Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memohon pertolongan
dan meminta ampunan kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari
keburukan jiwa-jiwa kami dan kejahatan amal perbuatan kami.
Siapa
diberi petunjuk oleh Allah, tak ada seorang pun bisa menyesatkannya. Dan
barangsiapa Dia sesatkan, tak ada seorang pun yang memberinya petunjuk.
Dan
aku bersaksi bahwa tiada ilah (yang haq) selain Allah saja, tidak ada
sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan
utusan-Nya.
Amma ba‘du…
Umat muslimku…
Saya berdiri di
hadapan kalian pada hari-hari sulit sekarang ini bukan untuk mencela
dan mengancam terhadap apa yang dialami saudara-saudara kita di Gaza,
sebagai kedok untuk bersembunyi di baliknya…
Akan tetapi saya
berdiri di hadapan kalian hari ini untuk menyampaikan kalimat kebenaran,
yang dengan izin Allah kalimat itu akan membantu kita mengembalikan hak
yang dirampas.
Kalimat kebenaran yang tidak mengenal kompromi dengan para raja, penguasa, ulama, atau menteri.
Kalimat
yang tidak mengakui hukum internasional yang semu. Tidak takut dengan
majelis Dewan Keamanan milik negara-negara besar yang menebar ketakutan
terhadap kaum tertindas di negara-negara kecil, seperti Palestina, Irak,
Afghanistan, Somalia, Kashmir dan Chechnya.
Kalimat kebenaran
yang seluruh dunia mengeroyoknya, ingin menghapusnya dari manhaj dan
kehidupan kita, sebelum membasmi kita semua.
Kalimat itu adalah jihad suci demi merebut kembali Baitul Maqdis dan Al-Quds.
Duhai celaka Al-Quds, kesuciannya diinjak-injak Sementara umat Islam terlelap dari jihad…
Umat Muslimku…
Sesungguhnya
rahasia kesalahan terbesar dalam perjuangan pembebasan Palestina yang
sudah-sudah adalah: yang mengendalikan perjuangan itu adalah para
penguasa yang mengkhianati amanah.
Di perang tahun 1948, kaum
Muslimin saat itu heran bagaimana kita bisa kalah. Padahal yang
mengherankan justeru jika ketika itu kita menang. Sebab bagaimana kita
menang, sementara penguasa-penguasa kita telah menyerahkan urusan perang
kepada penguasa Yordan yang sebenarnya, yaitu Jendral berdarah Inggris,
Glubb Pasha.??
Bagaimana mungkin menang suatu umat yang dipimpin
oleh musuhnya? Dan pada waktu itu, semua penguasa kita memiliki
“Pasha-pasha” lain yang mengendalikannya.
Contohnya di Jazirah
Arab, raja tanpa mahkotanya adalah seorang jenderal asal Inggris,
Philip. Untuk menipu rakyat, penguasa cukup dengan menggelarinya Hajji
Abdullah Philip. Siapa membaca dokumen-dokumen Britania yang terkait
dengan masalah ini, akan tahu sejauh mana kelalaian yang mendominasi
manusia pada waktu itu.
Tipuan-tipuan itu terus berlangsung, namun
dengan wajah dan nama berbeda. Hari ini, setiap ibukota negara pasti
ada “Bremer”nya, baik nampak atau tersembunyi. Bersama dia selalu ada
“Allawi” yang menjalankan perintah-perintahnya.
Di setiap negara
selalu ada “Sistani” dan “Tanthawi”, bersama mereka ada barisan para
ulama, yang resmi maupun non resmi, barisan para jurnalis, intelektual
dan wartawan, yang secara dusta memberikan legalitas terhadap agen-agen
salibis di negeri kita.
Maka semua golongan ini adalah musuh bagi
umat yang harus kita diwaspadai. Dan sebagian besar dari mereka adalah
orang-orang yang dikenal.
Tanda paling gampang untuk mengenali
mereka adalah: penguasa memberi keluasan kepada mereka untuk beraspirasi
kepada orang banyak dan menipu mereka melalui media informasi secara
teratur, sementara ulama-ulama yang jujur dilarang, walau sekedar
berkhutbah jumat di desa terpencil.
Di antara kekurangan kita di
zaman sekarang, kita dihadapkan kepada banyak jalan yang mengusung
slogan-slogan pembebasan Palestina, padahal sebagian besar jalan ini
justeru mentelantarkannya.
Jalan yang paling besar adalah tindakan
penguasa-penguasa hari ini yang mengadakan pertemuan-pertemuan para
menteri dan melimpahkan masalah kepada Dewan Keamanan PBB. Ini adalah
sebuah cara untuk lari dari tanggung jawab dan mentelantarkan masalah
Palestina.
Jalan yang lain adalah menuntutnya sebagian ulama dan
dai kepada para penguasa untuk membebaskan Palestina. Ini tidak lain
adalah cara lain untuk lari dari tanggung jawab dan mentelantarkan darah
para syuhada serta mentelantarkan Al-Aqsha.
Bagaimana mungkin
kita minta tolong kepada kaki tangan musuh-musuh kita? Tidakkah mereka
lelah meminta tolong selama berpuluh-puluh tahun?
Meminta perlindungan kepada Amru ketika ia dalam susah Seperti orang yang mencari perlindungan dari abu dengan api…
Ada
jalan lain, yaitu tuntutan tokoh-tokoh jamaah Islam agar para penguasa
mengizinkan mereka berjihad demi membebaskan Palestina, atau menghimbau
para penguasa itu untuk mengikuti kemauan rakyat. Ini adalah jalan lain
untuk lari dari tanggung jawab, yang hasilnya adalah diinjaknya kepala
di pasir, penyesatan dan penipuan terhadap anggota jamaah-jamaah
tersebut, dan mentelantarkan masalah.
Seharusnya mereka berterus
terang kepada saudara-saudaranya: bahwa beban ini sangat berat dan kami
tak siap memikulnya. Sebab kekufuran, baik lokal maupun internasional,
menyerang semua usaha yang coba bergerak dan berterus terang demi
kebaikan masalah ini.
Maka yang wajib adalah tahridh terhadap
jihad yang hukumnya sudah fardhu ain, mendaftar para pemuda untuk
bergabung dalam pasukan-pasukan jihad fi sabilillah, melawan aliansi
zionis salibis dan antek-anteknya di Kawasan. Bukan menyalurkan energi
para pemuda dengan turun ke jalan-jalan untuk melakukan
demonstrasi-demonstrasi tanpa senjata.
Para tokoh jamaah itu
seharusnya memberikan tempat bagi tenaga-tenaga pemberani yang ahli dari
saudara-saudara mereka, agar mereka yang memimpin jamaah tersebut di
situasi-situasi sulit seperti sekarang, supaya mereka melaksanakan
kewajiban syar‘inya.
Siapa yang tidak yakin dengan cara membunuh Hendaknya ia memberi jalan dan tidak menyesatkan orang yang yakin
Meskipun
terdapat banyak jalan menyimpang, namun di sana ada satu jalan lurus
untuk merebut kembali Al-Aqsha dan Palestina, yaitu jihad fi sabilillah,
seperti yang telah kami singgung tadi.
Allah Ta‘ala telah menjelaskan tentang cara menahan gempuran orang-orang kafir di dalam Al-Quranul Adzim:
“Maka
berperanglah kamu di jalan Allah, kamu tidak dibebani selain dirimu
sendiri, dan kobarkanlah semangat orang-orang beriman. Semoga Allah
menghentikan keganasan orang-orang kafir. Dan Allah lebih dahsyat
kekuatannya dan lebih dahsyat serangannya.” (QS. An-Nisa’: 84).
Dengan tahridh dan peranglah keganasan orang kafir dihentikan.
Kemudian, sungguh saya katakan kepadamu, wahai umatku:
Mencukupkan
diri membebankan tanggung jawab kepada penguasa dan ulama, setelah itu
berpangku tangan dari jihad, tidaklah membebaskan kalian dari tanggung
jawab. Tidak lain itu juga merupakan jalan untuk melarikan diri.
Perintah Alloh di dalam Al-Quranul Karim untuk berjihad di jalan-Nya
sudah jelas, baik berjihad dengan jiwa maupun harta, hingga kebutuhan
(jihad) tercukupi.
Umat muslimku…
Sungguh engkau mampu
mengalahkan eksistensi zionis dengan potensi pendukungmu yang besar dan
tersimpan, tanpa harus meminta bantuan para penguasa. Bahkan meskipun
mayoritas dari mereka berfihak kepada aliansi salibis-zionis.
Di
sini saya bermaksud meyakinkanmu, umatku, bahwa saya yakin perkara itu
mudah bagimu, dengan izin Alloh. Asalkan kita mengikuti jalan lurus,
bersandar kepada Alloh dan menempuh sebab-sebab yang Dia perintahkan,
serta berpaling dari jalan-jalan yang hina.
Di sini saya berikan
kepadamu dua bukti, yang menunjukkan bahwa engkau mampu mengalahkan
musuh-musuh kita hanya dengan sedikit kekuatan yang kamu miliki:
Bukti
pertama: Kekalahan besar yang menimpa Uni Soviet di Afghanistan berkat
anugerah Allah, kemudian berkat perjuangan para pendukungmu, tanpa
campur tangan tentara manapun yang dimiliki penguasa-penguasamu,
meskipun dalam peperangan ketika itu dukungan secara umum memihak kepada
mujahidin.
Ketika itulah panji Uni Soviet dicabut dari dunia dan dibuang untuk dilupakan, segala puji dan anugerah hanya milik Allah.
Adapun
bukti kedua: Pasca runtuhnya Uni Soviet, Amerika menjadi satu-satunya
penguasa dan ia berusaha memaksakan hegemoni serta kebijakan politiknya
kepada seluruh dunia. Maka para penguasa di wilayah kita semakin
meningkatkan ketundukan kepadanya, makin membabi buta keangkara
murkaannya dan sokongannya terhadap eksistensi zionis, sehingga dia
leluasa berbuat kerusakan di Palestina.
Ketika
itu, beberapa gelintir dari putera-puteramu memproklamirkan jihad
terhadap pihak yang berdiri sendirian itu, si neo-Hitler, satu-satunya
penguasa abad, maka kami berhasil mematahkan tanduknya, meluluhlantakkan
bentengnya, meruntuhkan menaranya. Maka ia berjalan dengan marah, dan
mengklaim akan menyeret para pemimpin jihad, hidup atau mati, untuk
mengembalikan kewibawaan Amerika dan menjadikan mereka pelajaran bagi
orang lain. Maka Amerika seperti Abu Jahal di perang Badar, ia keluar
dengan menyombongkan kekuatan senjata dan jumlah pasukannya.
Namun,
kami kembali berhasil tumpulkan ketajamannya, kami bunuh
tentara-tentaranya, kami cerai-beraikan persahabatannya, dan karunia itu
dari Alloh semata. Jika perang telah tersulut dan kita dizalimi, maka
kata-kata yang dipakai adalah kata-kata pedang, jika ingin hak-hak yang
dizalimi kita rebut kembali.
Lihatlah Amerika, hari ini ia
terhuyung-huyung oleh pukulan-pukulan mujahidin dan oleh berbagai krisis
yang menderanya. Sejak dari kerugian jiwa, kemudian politik, hingga
ekonomi. Sekarang ia tenggelam dalam krisis ekonomi, sampai-sampai ia
minta bantuan kepada negara-negara kecil, apalagi negara-negara besar.
Ia tak lagi disegani musuh, dan tidak dihormati kawan.
Di sinilah
kita harus sedikit berfikir; kalian tahu bahwa yang pertama kali
dirugikan oleh bangkrutnya kezaliman Amerika adalah eksistensi zionis.
Sebab dengan itu ia kehilangan salah satu penopang utama keberadaannya
dan urat nadi kehidupannya.
Kerugian besar dan cepat pada kekuatan
Amerika inilah salah satu faktor penting mengapa Israel melakukan
serangan barbar ke Gaza, dalam percobaan frustasi untuk memanfaatkan
masa-masa terakhir kepemimpinan Bush dan kaum neo-konservatif, masa yang
telah memberikan kepada mereka kekuatan, dana, dukungan moral, planning
strategi, dan permusuhan terselubung yang tidak bisa diberikan oleh
pemerintahan lain, untuk dia gunakan menyerang kaum Muslimin dan memukul
semua kekuatan yang menolak hegemoni Amerika di Kawasan.
Tapi
ternyata kekuatan Gedung Putih hancur berkeping-keping di atas bebatuan
mujahidin di Afghanistan, dan tenggelam di lumpur jebakan Irak. Dari
sinilah Israel dengan tergesa-gesa mengambil langkah menghabisi
lawan-lawan mereka di Gaza dan mengganti mereka dengan ‘Abbâs dengan
kekuasaannya untuk kepentingan melindungi Israel. Maka mereka melakukan
pembantaian mengerikan ini sebelum masa kekuasaan Bush berakhir, sebelum
kelemahan Amerika semakin nyata dan sebelum hancurnya sistem VETO yang
oleh dunia mulai dicibir, di mana-mana terdengar suara yang mengusulkan
untuk menghapusnya, dan veto sendiri adalah sebuah simbol kezaliman dan
arogansi.
Umat muslimku..
Membicarakan kelemahan dan
mundurnya hegemoni Amerika serta keruntuhan ekonominya bukanlah sesuatu
yang bersifat angan-angan. Namun berdasarkan kepada kesaksian
tokoh-tokoh besar mereka sendiri, di mana kesaksian-kesaksian itu sudah
tidak mungkin mereka tutup-tutupi lagi.
Berikut ini Biden, wakil
presiden terpilih Amerika, mengatakan: “Krisis ini lebih besar dari apa
yang kami perkirakan. Dan seluruh sektor ekonomi Amerika berpotensi
mengalami kehancuran.”
Berikutnya menteri keuangan Spanyol, ia mengatakan: “Seluruh perekonomian global berpotensi bangkrut.”
Mantan
pejabat Bank Cadangan Amerika, Alen Grisban, mengatakan bahwa
kebangkrutan yang besar akan terasa kecil di hadapan krisis perekonomian
sekarang ini.
Presiden Perancis, Sarkozi, menyebut krisis yang
sekarang terjadi dengan mengatakan: “Krisis ini sangat dalam sekali,
sistem ekonomi global sedang diambang kebangkrutan.”
Saya katakan:
Mereka sekarang sudah tenggelam dalam samudera kerugian –atas karunia
Allah—disebabkan kezaliman yang mereka lakukan sendiri.
Menteri
perekonomian Jerman mengatakan: “Dunia tidak akan kembali seperti
keadaan sebelum krisis, dan Amerika Serikat akan kehilangan posisinya
sebagai negara super power dalam sistem ekonomi global.”
Selanjutnya,
saya kutip untuk kalian laporan-laporan intelejen Amerika yang semakin
mempertegas kemunduran dominasi Amerika dalam beberapa tahun ke depan.
Umat muslimku…
Sesungguhnya
jihad yang dilakukan putera-puteramu melawan aliansi salibis-zionis
merupakan salah satu sebab –setelah anugerah Allah—terjadinya semua
hasil yang menghancurkan musuh-musuh kita ini, di mana hasil-hasil itu
telah nampak dan terlihat setelah perang yang berlangsung selama tujuh
tahun.
Dan saya meyakinkanmu, wahai umatku, sebagai bentuk
menyampaikan nikmat Allah azza wa jalla atas kami, bahwa kami merasa
Alloh telah mengkaruniakan kepada kami kesabaran yang cukup bagi kami
untuk melanjutkan perjalanan jihad tujuh tahun lagi, kemudian tujuh
tahun lagi, dan tujuh tahun lagi…dengan izin Allah. Maka sabar adalah
sebaik-baik senjata, dan takwa adalah sebaik-baik perbekalan. Jika kami
menemui syahid, itulah yang selama ini kami cari, akan tetapi panji
jihad tidak akan pernah jatuh hingga hari Kiamat tiba, sebagaimana hal
itu diberitakan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasalam.
Yang menjadi pertanyaan justeru: Sanggupkah Amerika melanjutkan perang melawan kami untuk beberapa dekade ke depan?
Laporan-laporan dan indikator-indikator yang ada menunjukkan tidak.
Dan
75% rakyat Amerika senang dengan kepergian presiden yang telah menyeret
mereka dalam perang-perang yang tidak sanggup mereka tanggung dan
menenggelamkan mereka dalam belitan ekonomi hingga telinga mereka. Bush
telah meninggalkan warisan yang berat bagi penggantinya, meninggalkannya
di antara dua perkara yang paling manisnya adalah pahit, seperti orang
yang menelan pisau bermata dua, ia gerakkan seperti apapun tetap
melukainya.
Salah satu bentuk peninggalan tersulit adalah ketika
seseorang mewarisi perang gerilya panjang melawan musuh yang sangat
penyabar dan keras kepala, dengan menggunakan dana dari
pinjaman-pinjaman ribawi. Jika ia mundur dari perang, berarti itu
kekalahan militer. Jika ia melanjutkannya, ia tenggelam dalam krisis
ekonomi. Lalu bagaimana, Bush mewariskan kepadanya dua perang, bukan
satu, di mana dia tak mampu melanjutkannya.
Dan kini kami sedang
merintis jalan untuk membuka front-front jihad lain, dengan izin Allah.
Maka, bukankah sudah sepantasnya jika engkau, wahai umatku, meletakkan
tanganmu pada tangan putera-puteramu yang berjihad, untuk bersama-sama
kita teruskan jihad melawan musuh Islam dan melanjutkan pengurasan
kekuatan mereka di dua front ini, dan di front-front lain yang terbuka
di hadapanmu melawan aliansi salibis-zionis beserta antek-anteknya di
Kawasan; di Palestina, di Irak, Afghanistan, Waziristan, Maghrib Islami
dan Somalia.
Maka kewajibanmu adalah memberikan dukungan personal
dan dana, hingga kebutuhan jihad tercukupi. Sungguh aku telah
berpengalaman dalam jihad –berkat karunia Allah—dan aku mengetahui
beban-beban pendanaannya. Zakat seorang pengusaha besar di kalangan kaum
Muslimin sebenarnya cukup untuk kebutuhan-kebutuhan jihad di semua
front terbuka melawan musuh kita hari ini. Padahal jihad, sebagaimana
yang kalian ketahui, memiliki jatah dari harta zakat.
Maka
berbahagialah orang yang dimudahkan Allah Ta‘ala untuk menjadi sebab
untuk menolong agama-Nya, membela Rosul-Nya, dan menyelamatkan umat
beliau Salallahu ‘alaihi wasalam.
Alangkah miripnya kondisi sulit
mujahidin hari ini dengan kondisi sulit yang dialami pasukan paceklik
(Jaisyu `l-‘Usroh) di zaman Rasulullah, sebelum Ustman datang dan
memberi perbekalan sebagian besar pasukan, lalu Rasulullah Salallahu
‘alaihi wasalam bersabda: “Tidak membahayakan Utsman apa yang akan dia
lakukan setelah hari ini.”
Maka siapakah yang mau menjadi “Utsman”nya umat Islam dalam paceklik sekarang ini?
Dan
saya tahu mayoritas pengusaha kaum Muslimin enggan berinfak di jalan
Alloh bukan karena mereka bakhil, tetapi karena mereka takut kepada
Amerika dan boneka-bonekanya di Kawasan. Dan sesungguhnya saya katakan
kepada mereka: Ini bukanlah udzur, memang kalian sedang berada di negeri
ujian dan cobaan.
Ingatlah firman Allah Ta‘ala:
“Apakah kamu takut kepada mereka? Maka Allah itu lebih berhak kamu takuti jika kamu orang-orang beriman.” (At-Taubah: 13).
Maka
harus ada hijrah. Beban-beban kemenangan dan penegakan Islam harus
dipikul. Manusia terbaik (Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasalam) saja
terpaksa –akibat ulah orang-orang Musyrik— untuk masuk ke gua,
meninggalkan keluarga dan kampung halaman, dan berhijrah meninggalkan
jengkal tanah terbaik: Mekah Al-Mukarromah.
Maka bersegeralah.
Bersegeralah. Manfaatkanlah kesempatan mahal ini, dan janganlah kalian
menyia-nyiakannya. Kalian memiliki teladan yang baik pada diri
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasalam ketika beliau masuk gua. Tidak
bisakah dari kalian bersembunyi di suatu rumah di tempat tertentu?
Bukankah bumi Alloh ini luas untuk kalian jadikan tempat menjalankan
ibadah jihad dengan harta?
Allah Ta‘ala berfirman:
“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka beribadahlah kepada Aku saja.” (Al-Ankabut: 56).
Dan berfirman:
“Sesungguhnya
orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri
sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana
kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di
negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas,
sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya
neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali
mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang
tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah).” (An-Nisa’: 97-98).
Umat muslimku…
Sesungguhnya
dalam peperangan-peperangan, krisis-krisis, dan cobaan-cobaan ini, ada
karunia-karunia. Dan orang-orang cerdas tidak akan membiarkan
karunia-karunia itu lewat begitu saja, tetapi mereka akan
memanfaatkannya. Maka di hadapanmu ada kesempatan besar untuk melawan
kezaliman dan diktatorisme yang ditimpakan kepadamu dari dalam dan luar
sejak puluhan tahun, untuk merebut kembali hakmu dengan kekuatan.
Orang-orang
yang mengatakan kepadamu bahwa cara mengambil hak adalah melalui
kotak-kotak undian (pemilu) lalu memberikan contoh bangsa-bangsa barat
kepadamu, pada dasarnya mereka itu menipumu dan berdusta kepadamu.
Mereka melakukannya karena takut kepada penguasa, atau karena ambisi
terhadap apa yang ada padanya.
Bangsa-bangsa Barat yang mereka
sebut itu, merebut haknya tak lain adalah melalui revolusi-revolusi dan
kekuatan senjata. Maka sejak perang tujuh tahun antara Inggris dan
Perancis demi menaklukkan Amerika, kedua belah fihak terjebak dalam
krisis ekonomi besar-besaran. Hal itu mendorong para pemimpin mewajibkan
pajak-pajak kepada rakyat. Inilah yang kemudian memicu tersulutnya
revolusi Perancis, setelah sebelumnya diawali dengan kezaliman dan
tindakan diktator para raja terhadap rakyat. Sebab ketika itu Raja Louis
XIV mengatakan: “Akulah negara, dan negara adalah aku.” Seperti ini
jugalah keadaan para raja dan penguasa kita.
Akhirnya, orang-orang
Perancis memanfaatkan kesempatan di tengah cobaan-cobaan itu, mereka
memberontak kepada raja-raja yang dzalim yang telah menyedot darah dan
kekayaan mereka. Kemudian mereka mencopot Louis XVI dan menyeretnya ke
tiang gantungan. Mereka merebut hak-hak mereka dengan kekuatan senjata.
Maka
tidak ada tempat bagi kotak-kotak suara di negeri-negeri kita di bawah
kendali penguasa-penguasa kejam kecuali untuk menipu kita. Dan yang
menyedihkan, sekaligus harus diwaspadai, penipuan besar-besaran ini
turut didorong oleh para ulama dan da’i.
Dari rahim krisis ekonomi
pulalah orang-orang Amerika melancarkan pemberontakan terhadap Inggris
untuk merebut hak-hak mereka. Mereka tidak melakukan dan mengikuti
sistem demokrasi yang sekarang ini mereka gunakan untuk menipu kita di
Afghanistan, Irak dan lain-lain. Akan tetapi mereka merebut hak-hak
mereka dengan besi dan api, maka ambillah pelajaran wahai orang-orang
yang memiliki pandangan jeli.
Kita sebagai kaum Muslimin, meyakini
bahwa sudah menjadi hak umat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Kita
juga mengimani adanya syura, akan tetapi kita meyakini bahwa demokrasi
ala barat ini –terlepas bahwa itu adalah tipuan besar—merupakan bid‘ah
yang syirik. Kaum Muslimin tidak akan rela dipimpin oleh siapapun
kecuali dengan syariat Allah Ta‘ala, bukan dengan hukum buatan manusia
yang mereka buat rancang sendiri.
Dalam agama kita juga adalah
syariat perang di jalan Allah melawan aggressor yang menyerang dan
melawan para penguasa murtad, sampai kalimat Allah menjadi yang
tertinggi. Ketika itu dijalani, segala urusan akan kembali kepada
tempatnya, segala hak akan kembali kepada pemiliknya.
Sebagai penutup, saya ucapkan kepada saudara-saudara kami di Palestina:
Semoga
Allah membesarkan pahala kalian… Semoga Alloh menerima orang-orang
gugur di antara kalian sebagai syuhada.. Dan menyegerakan kesembuhan
bagi mereka yang terluka… Saya berdoa, semoga Alloh Azza wa Jalla
mengilhamkan kesabaran kepada orang-orang yang terkena musibah dan
memberikan ganti yang lebih baik kepada mereka.
Saudara-saudaraku di Palestina…
Berkali-kali
kalian menanggung kesusahan seperti yang dialami bapak-bapak kalian
selama sembilan dekade ini, dan sesungguhnya kaum Muslimin bersimpati
terhadap kalian karena apa yang mereka saksikan dan mereka dengar.
Sedangkan
kami, mujahidin, juga bersimpati kepada kalian. Dan simpati kami lebih
besar, karena mujahidin juga mengalami kehidupan sama dengan yang kalian
alami. Yang mereka rasakan lebih susah dari apa yang kalian rasakan.
Mereka dibombardir sebagaimana kalian dibombardir, dengan
pesawat-pesawat yang sama. Mereka kehilangan orang-orang tercintanya
sebagaimana kalian kehilangan. Maka segala puji bagi Allah, kita adalah
milik Allah dan kepada-Nya saja kita akan kembali.
Namun di tahun
ini, Allah berkehendak tanda-tanda terbit fajar telah nampak,
indikasi-indikasi positif jalan keluar telah muncul, dengan bangkrutnya
kekuatan aliansi salibis-zionis. Maka berarti tinggal sedikit lagi,
dengan izin Allah.
Kami bersama kalian, dan kami tak akan
mentelantarkan kalian dengan izin Allah. Hasil akhir kami terkait dengan
hasil akhir kalian, dalam memerangi aliansi salibis-zionis. Maka tak
ada pilihan…perang sampai menang, atau mati syahid di jalan Allah.
“…bersabarlah, pertahankanlah kesabaran kalian, dan berribathlah, agar kalian memperoleh kemenangan.”
Doa terakhir kami adalah: Alhamdulillah Rabbil Alamiin, segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.
Dan limpahkanlah shlawat dan salam, ya Allah, kepada nabi kami, Muhammad, kepada para pengikut dan seluruh sahabatnya.
Oleh: Sang Singa Islam
Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah
[sksd/arrh]